Postingan

Tacenda

Gambar
Ada hari dimana sebuah perihal
dapat menjadi alasan kuat untuk bersedih
Rasanya ingin sekali berbagi kegusaran ini hanya untuk mengurangi derai bilur Tapi siapa? Mulai dari mana?
Seandainya bisa kuceritakan Percayalah, aku ingin Tetapi tidak bisa
Hingga akhirnya kawan lama datang memelukku pada angin pada sinar pada harum tanah pada keadaan
Aku suka mereka Tanpa perlu arahan Mereka tahu cara bekerjanya Mereka memahamiku walau terasa semu
D.T. 2018


"Things better left unsaid.." is it true?



Tentang Proses

Dulu, gue pernah jadi orang yang sedikit antipati sama orang-orang yang terlalu fanatik akan agama (walau bahkan agama yang dimaksud juga agama yang gue anut). Dulu, gue termasuk orang yang suka membuat lelucon tentang wanita muslimah yang berpakaian sesuai syariat Islam. Hmm. Ya, dulu. Sampai akhirnya temen terbaik yang gue punya memutuskan hijrah dan menjadi salah satu dari golongan yang dulu (sempat) gue perolok.

Dilema.

Ya, pasti. Bukan karena malu, tapi lebih ke perasaan "apa masih pantes orang kaya gue jadi temen dia?". Keputusan dia berhijrah sedikit-banyak berpengaruh juga ke diri gue. Banyak pemikiran yang akhirnya harus gue akuin bahwa, ternyata ini bukan tentang mereka, ini tentang gue yang kesasar terlalu jauh dan nggak tau apa-apa tentang agama (beserta pemahamannya) yang gue anut.

Mungkin ini yang namanya hidayah bisa dateng dari mana aja. Kebetulan untuk gue, datengnya dari temen sendiri. Alhamdulillah, saat sang hidayah menyapa pintunya nggak tertutup. Walaupu…

Kata Joko Pinurbo

Baru aja mendapati bacaan puisi yang isinya bagus banget menurut gue. Karya Joko Pinurbo (2002).

Mampir
Tadi aku mampir ke tubuhmu
tapi tubuhmu sedang sepi
dan aku tak berani mengetuk pintunya.
Jendela di luka lambungmu masih terbuka
dan aku tidak berani melongoknya.

Postingan kali ini cuma mau ngutip puisi itu aja. Iya, dikutip aja. Pembaca bebas memaknai hasil karyanya, termasuk gue. Tapi kali ini mau disimpen sendiri aja hipotesis maknanya. Pokoknya puisinya bagus.

Musik Dalam Dambaan

Gambar
Without music life would be mistaken.

Gue pernah iseng ikut tes multiple intelligencesnya howard gardner di web, dan hasilnya gue termasuk orang yang memiliki kecerdasan musikal paling dominan dari ke-7 kecerdasan lainnya. Aneh sih, kok bisa? Tapi setelah dipikir-pikir ya iya juga sih. Gue bisa hapal hampir semua lagu lawas kesukaan ibu gue dari kecil sampai sekarang. Padahal gue nggak pernah punya niatan sengaja ngapalin. Sebut aja Broery Pesolima, Broery Marantika, Dewi Yull, Mariam Belina, Nia Daniati, Nike Ardila dkk. 😑

Tapi sebenernya bukan itu yang pingin dibahas. Gue mau bahas kejenuhan gue sama musik-musik yang seliweran di tv. Monoton. Terus, apa kaitannya sama paragraf sebelumnya? Ya karna kebetulan, hidup gue nggak bisa tanpa musik. Tapi, bukan itu musik yang gue mau.

Akhirnya? Arctic Monkeys lagi, Radiohead lagi, Oasis lagi, Foo Fighters lagi. Gue suka mereka, tapi semacam pingin sesuatu yang lain gitu. Pingin yang lebih manis, syahdu, dan puitis. Puitisnya itu sesuatu ya…

Serendipity

Gambar
Hello blog world! Hmm, sebenernya nggak ada niatan untuk main blog karna rasa-rasanya tumblr udah lebih dari cukup buat gue. Tapi yaa karna tumblr udah diblocked di negara ini dengan alasan mengandung konten negatif (gak paham, gak paham) dan diri sendiri juga butuh untuk cuapcuap meluapkan random thoughts atau 3am feelings tanpa peduli apakah akan ada yang membaca tulisan ini --selain saya tentunya-- atau enggak yaa. Maka. Welcome. To. Blogspot. Lyfe. Yea.
Sekarang waktu di hp ini menunjukkan pukul 1 pagi, dannnn gue baru aja kebangun. Maka otomatis banyak pikiran yang mendesak minta dikeluarin.
Pernah denger kata serendipity? Apa yang ada dipikiran kalian kalo denger kata itu? Tiap orang pasti punya banyak hal ajaib yang terjadi dihidupnya masing-masing, ups and downs, termasuk gue (kalo hidup kalian datar aja silahkan pertanyakan ke diri masing-masing). Akhir-akhir ini handphone urang dipenuhi curhatan dari temen-temen. Ya, apalagi kalo bukan perkara hati. Topik ini memang nggak a…